Dicecar Kritikan Warga, Dirut RSUD Boltara Angkat Bicara

Dirut RSUD Boltara, Firlia Mokoagow

Boltara – Setelah dicecar kritikan warga melalu pemberitaan terkait management Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bolaang Mongondow Utara (Boltara), akhirnya Direktur Utama (Dirut) Firlia Mokoagow, angkat bicara.

Baca: https://radarsulut.com/berita/20122/keluarga-pasien-sebut-rsud-mirip-arena-syuting-film-horor/

Kepada media ini, Firlia, berdalih minimnya penerangan sebagaimana diberitakan sebelumnya tidak semata-mata karena buruknya management.

Ia menuturkan, selain persoalan teknis kelistrikan, terdapat sejumlah ruangan lampunya yang sengaja dipadamkan.

Pemadaman tersebut lanjut Firlia, karena ruangannya tidak ditempati pasien sehingga akan mubazir jika lampu dinyalakan terus menerus.

“Benar ada beberapa ruangan yang lampunya dimatikan, ruangan-ruangan itu tidak digunakan, tidak ada pasien, jadi lampu dimatikan agar tidak mubazir,” lanjutnya.

Sedangkan pada sejumlah koridor yang sebelumnya minim penerangan kata Firlia, sudah ditangani dan diperbaiki, akan tetapi dibuat berselang seling untuk menghemat biaya listrik.

“Demi efisiensi anggaran, kami menerapkan sistem pencahayaan terbatas. Lampu di lorong-lorong tidak dinyalakan seluruhnya, tapi dibuat selang-seling saja untuk menekan beban tagihan listrik.” tambahnya.

Sementara pada bagian halaman depan yang sebelumnya gelap, fasilitas penerangannya sudah diperbaiki.

Ia merinci, terdapat Empat lampu sorot untuk penerangan di halaman depan tersebut.

“Ada Empat lampu sorot, Tiga menghadap halaman depan dan satunya menyorot bagian atas gedung. Itu pun lampu sorot yang diberikan oleh Dinas Perhubungan,” tutur Firlia.

Selain tudingan pencahayaan minim di sekitar RSUD, sebelumnya management juga dicecar dengan kualitas air yang dinilai tidak layak pakai.

Terkait hal itu, Ia menjelaskan, pihaknya mengandalkan dua sumber mata air untuk memenuhi kebutuhan operasional, yakni pasokan dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dibangun oleh Dinas PUTR dan sumur bor milik RSUD.

“Kalau soal air bersih sudah selesai, kami menggunakan spam yang dibangun oleh dinas PU, dan sumur Rumah Sakit sebagai cadangan jika spam macet,” jelasnya.

Meski berdalih penghematan, pihak RSUD Boltara menyatakan tidak menutup mata terhadap keluhan masyarakat dan kritik dari berbagai tokoh masyarakat.

Firlia, berjanji akan menjadikan kritikan tersebut sebagai bahan evaluasi internal.

“Kami menerima setiap kritikan sebagai dasar perbaikan manajemen dalam mewujudkan pelayanan yang maksimal,” tandasnya.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *