banner 1198x899 banner 1198x899

Kapolda Sulut ,Dekan Faperta Unsra, dan Bupati Mitra Bahas Ketahanan Pangan di Hadapan Dosen dan ASN Mitra

MITRA–RADARSULUT–Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat dengan Pemkab Minahasa Tenggara melaksanakan seminar bertema ‘Semangat Wawasan Kebangsaan Memantapkan Ketahanan Pangan’ yang dilaksanakan Bumi perkemahan Pante pasir putih Tumbak.

Seminar yang dilaksanakan di Pantai pasir Outih Tumbak, Kecamatan Posumaen, Minahasa Tenggara itu menghadirkan Kapolda Sulut, Irjen Pol Drs Mulyatno, SH MM.

Kapolda menjadi Narasumber Utama berdurasi 120 menit disertai diskusi bersama para Hukum Tua.

Sementara Dekan Faperta Unsrat Dr Ir Dedie Tooy, MSi PhD sebagai Welcoming Speech bersama Bupati Mitra James Sumendap selaku Opening Speech

Seminar berjalan baik manakala dimoderatori Herry Pinatik STP MSi.
Kegiatan dilangsungkan dengan tanya jawab dari beberapa hukuk tua yang hadir diacara semjnar tersebut.

Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Mulyatno SH MM dalam penyampaian materi menjelaskan pentingnya membekali setiap warga negara yang baik.

“Terus menanamkan semangat wawasan kebangsaan, yang adalah wujud implementasi dari nilai-nilai hidup yang terkandung pada 4 konsensus dasar yaitu Pancasila, UUD NKRI 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika yaitu:

Membangun karakter diri, Mengatur tata kehidupan berbangsa dan bernegara, Melindungi segenap potensi kekayaan alam hayati NKRI termasuk flora dan fauna, Mengingat Sulawesi Utara adalah satu wilayah NKRI yang berada pada zona disebut Walacea.

Dimana salah satu wilayah terdapat kekayaan flora dan fauna terbaik yang menjadi daya tarik bangsa dan negara luar seperti negara negara Eropa tertarik menjajah Indonesia.

“Dari hal tersebut, setiap warga negara memiliki kesadaran bela negara dan cinta tanah air. Artinya NKRI adalah harga mati,” kata Kapolda dihadapan peserta yang adalah pimpinan SKPD, para Hukum Tua, Camat dan Civitas Akademika Fakultas Pertanian.

Dekan Faperta Unsrat, Ir Dedie Tooy MSi PhD dalam seminar menjelaskan tentang pengertian ketahanan pangan.

“Ketahanan pangan bukan sekedar ketersediaan dan ketercukupan pangan bagi masyarakat, tetapi juga memenuhi stabilitas harga dan terjangkau ditengah masyarakat.
Kemudian kemudahan akses dan distribusi pangan sampai tingkat lapisan masyarakat atau keluarga di semua daerah termasuk Mitra,” ungkap Tooy.

Bupati Mitra, James Sumendap SH MH mengatakan bahwa perlindungan masyarakat yang beraktivitas di pertambangan sebaiknya mengikuti aturan atau regulasi hukum dari negara dan pemda.

“Karena ada aturan yang wajib dijalani,” ujar Bupati Sumendap.

Selanjutnya Kapolda Sulut yang pernah menjadi salah satu Direktur dan tenaga pengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI dan tenaga pengajar di Lembaga Pendidikan dan Latihan Kepolisian (Lemdiklat) RI menutup materi seminar.

“Dengan semangat wawasan kebangsaan dapat melahirkan seorang pemimpin yang kuat. Jadi bukan hanya kecerdasan intelektual (Intellectual Quetient atau IQ), tapi diimbangi kecerdasan emosional (Emotional Quetient atau EQ), kecerdasan spiritual (spiritual Quetient atau SQ,” ujar Kapolda.

Lanjut Kapolda, hidup di era Revolusi Industri ini, seyogianya membekali diri atau meng up grade kecerdasan teknologi digital (Digital Quetient atau DQ), kecerdasan untuk mampu menyesuaikan permasalahan (Adversity Quetient atau AQ).

“Tidak kalah pentingnya memiliki kecerdasan warga negara (Civil Society Quetient atau CSQ),” papar Kapolda.

Kegiatan seminar rangkaian Dies natalis ke 62 di Mitra sehari, Sabtu 21 Mei 2022 dijadikan momentum memperingati Harkitnas.

Di penghujung seminar, Dekan Faperta Unsrat,Ir Dedie Tooy,PhD Msi memberikan cenderamata berupa sertifikat penghargaan sebagai bentuk apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kapolda Sulut dan Bupati Mitra.

Ketua Panitia Dies Natalis, Dr Ir Jooudie N. Luntungan mengatakan, kegiatan pengabdian ini diawali penanaman jagung dan mangrove di area pertanian dan pantai bersama Kapolda Sulut dan Bupati Mitra.

Kabupaten Mitra karena sebagai salah satu daerah penghasil pertanian, dimana masyarakat sebagian besar hidup dari aktivitas pertanian.

Sejak bulan April panitia dies Faperta Unsrat ke 62, Dr Ir Jooudie N. Luntungan MSi terus mengadakan kegiatan mensukseskan dies natalis.

Panpel menjalin kerjasama kegiatan di beberapa kabupaten kota seperti Minahasa Selatan (pengabdian di Modoinding) dan Tomohon (pengabdian dan penyuluhan bagi petani hortikultura dan tanaman hias/bunga).

Beberapa hari sebelumnya kegiatan pengabdian di Airmadidi Minut yang dihadiri Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda.

Rencana acara puncak dikonsultasikan kepada Dekan dan ketua Alumni Faperta Pertanian Unsrat Ir Rita Tamuntuan dengan tujuan agar kegiatan puncak Dies lebih semarak dan dapat dihadiri para Alumni.

Serta perwakilan semua angkatan dengan protokol kesehatan.
“Kami ambil bagian dari kegiatan seminar karena diundang Pemkab Mitra yang berhari ulang tahun,” kata Luntungan.

(ata)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *