Wawali Rendy Mangkat Hadiri HLM BI Sulut, Tegaskan Komitmen Jaga Inflasi dan Perkuat PAD

Oplus_131072

Kotamobagu, RadarSulut.com – Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat (RVM), menghadiri High Level Meeting (HLM) lintas sektoral yang digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara di Manado, Senin (23/02).

Pertemuan strategis tersebut mempertemukan berbagai komite penting di tingkat daerah, mulai dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) hingga Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) se-Sulawesi Utara, guna menyelaraskan langkah menghadapi tantangan ekonomi tahun 2026.

Dalam forum tersebut, Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendy Virgiawan Mangkat menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kotamobagu tetap berkomitmen menjalankan kebijakan yang berpihak pada masyarakat, terutama dalam menjaga daya beli warga di tengah dinamika pasar.

“Koordinasi lintas sektor adalah kunci. Pemerintah daerah harus adaptif, inovatif, dan responsif. Bukan hanya soal menjaga inflasi, tetapi juga bagaimana inovasi digital dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik secara langsung,” ujar RVM.

Salah satu agenda penting dalam pertemuan tersebut adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan pemerintah kabupaten/kota se-Sulawesi Utara terkait optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Melalui kesepakatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kerja sama fiskal serta sinkronisasi data antara pemerintah provinsi dan daerah. Selain itu, MoU juga mendorong digitalisasi sistem pemungutan pajak dan retribusi guna meningkatkan efektivitas serta transparansi dalam pengelolaan pendapatan daerah.

Upaya tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas fiskal daerah sehingga mampu menciptakan ruang anggaran yang lebih luas dalam percepatan pembangunan infrastruktur serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran kepala daerah sebagai koordinator pembangunan ekonomi di wilayah masing-masing.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat menyampaikan optimisme bahwa melalui koordinasi yang kuat antar pemerintah daerah dan lembaga terkait, pertumbuhan ekonomi yang inklusif dapat dirasakan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

“Sinergi ini adalah modal utama kita untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya terlihat dalam angka, tetapi juga berkelanjutan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

(advetorial)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *