Penguatan Nasionalisme Dan Islam Nusantara

kuswanto, 21 Jan 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

NGANJUK - Indonesia adalah negara berbentuk negara kesatuan dengan prinsip otonomi daerah yang luas. Sedangkan negara kesatuan adalah bentuk negara berdaulat yang diselenggarakan sebagai satu kesatuan tunggal. Negara kesatuan menempatkan pemerintah pusat sebagai otoritas tertinggi sedangkan wilayah-wilayah administratif di bawahnya hanya menjalankan kekuasaan yang dipilih oleh pemerintah pusat untuk didelegasikan. Wilayah administratif di dalam negara Indonesia saat ini terbagi menjadi 34 provinsi. Indonesia juga merupakan  negara kesatuan yang penuh dengan kekayaan alam dan keanekaragaraman kebudayaan ras, bahasa daerah, suku, agama, dan sebagainyayang dimana kekayaan Indonesia itu harus kita pertahankan sebagai warga Negara Indonesia demi mempertahankan kekayaan yang kita miliki. Untuk mempertahankan keutuhan dan kesatuan Indonesia, salah satu sikap yang harus kita tanamkan dalam diri kita yaitu sikap nasionalisme.Selasa (21/01/2020)

Nasionalisme adalah suatu sikap politik dari masyarakat suatu bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan, dengan demikian masyarakat suatu bangsa tersebut merasakan adanya kesetiaan yang mendalam terhadap bangsa itu sendiri. Demikian juga ketika kita berbicara tentang nasionalisme. Nasionalisme merupakan jiwa bangsa Indonesia yang akan terus melekat selama bangsa Indonesia masih ada. Nasionalisme bukanlah suatu pengertian yang sempit bahkan mungkin masih lebih kaya lagi pada zaman ini. Jiwa nasionalisme harus mengalir dalam tubuh kita, karena nasionalisme ini merupakan salah satu unsur penggerak kita untuk mencintai dan mempetahankan keutuhan Indonesia.

Namun, sikap nasionalisme ini bisa saja memudar karena dengan adanya perkembangan zaman yang tidak disertai oleh penanaman jiwa nasionalisme secara lebih dalam. Seperti halnya menirukan budaya kebarat-baratan yang dapat membuat hilangnya budaya Indonesia yang seharusnya dijaga dan dilestarikan, tidak adanya semangat untuk mengikuti upacara, menganggap budaya Indonesia adalah hal kuno, dan lain sebagainya. Efeknya dapat mengakibatkan hal yang negatif karena tidak sesuai dengan norma-norma Pancasila yang dapat memudarkat rasa nasionalisme pada diri warga Indonesia.

Padahal dengan adanya nasionalisme ini Indonesia dapat menjadi negara yang merdeka saat dulu dijajah oleh para penjajah. Para pahlawan memiliki semangat nasionalisme yang membara untuk saling membantu dan berjuang melawan penjajah karena mereka memiliki cita-cita dan tujuan yang sama yaitu merdeka. Untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia, islam nusantara turut dalam proses merebutkan kemerdekaan ini.

Ketika memperjungkan kemerdekaan, segenap masyarakat pribumi saling kerjasama untuk melawan kolonialisme. Dari sekian kekuatan, gerakan Islam Nusantara pada waktu itu menjadi salah satu entitas yang tidak bisa dianggap sepele, dan sangat disayangkan apabila sampai tidak tercatat di dalam sejarah Nusantara yang kini sebagian besar wilayahnya dikenal menjadi Indonesia.

Islam turut andil dalam kemerdekaan tentu saja karena dalam islam mengajarkan pentingnya memberikan kemerdekaan secara proporsional kepada semua ciptaan makhluk Allah Swt. Sehingga, umat Islam juga memiliki andil sangat besar dalam merebut kemerdekaan dari tangan para penjajah yang sangat dholim dan menindas warga negara Indonesia ketika masa penjajahan. Dan salah satu model keagamaan saat merebut kemerdekaan adalah islam nusantara.

Islam nusantara merupakan islam khas Indonesia yang juga meneladani prinsip hidup ulama nusantara yang dicontohkan oleh wali songo. Islam nusantara ini sesuai dengan ajaran Islam yang mempertahankan tradisi, dan budaya islam sesungguhnya yaitu tanpa adanya paksaan dan selalu bertoleransi pada orang yang memeluk agama lain.

Oleh sebab itu, kita sebagai warga Negara Indonesia harus menjaga, meneruskan dan melestarikan pengorbanan para pahlawan dan ulama-ulama kita yang sebelumnya telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan cara yang tepat untuk mempertahankan perjuangan pahlawan dan ulama-ulama sebelumnya yaitu dengan menanamkan jiwa dan semangat nasionalisme, yang selalu mencintai dan melindungi segenap bangsa agar selalu terjaganya keutuhan dan kesatuan Indonesia. (kla)

 

Sumber : Laili Lathifah

Kampus : Universitas Islam Malang

Fakultas : Ilmu Administrasi

Prodi : Administrasi Bisnis

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu